Kamis, 27 Oktober 2022

Era Baru Pendidikan Indonesia

 


Oleh : Dyah Kurnia Nur Imani, S.Pd.

 

Pada tanggal 24 Maret Tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anwar Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid-19). Dalam surat edaran tersebut disampaikan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan dari rumah melalu pembelajaran jarak jauh / daring. Artinya hampir setahun pandemic covid-19 memaksa kita untuk melakukan pembelajaran formal yang biasanya dilakukan di sekolah menjadi belajar dari rumah secara daring/online. 

Pembelajaran Jarak jauh dilakukan dengan menafaatkan teknologi informasi. Kondisi ini mengharuskan semua elemen guru  untuk segera beradaptasi menggunakan kecanggihan teknologi informasi dan platform e-learning sebagai media menyampaikan materi pembelajaran kepada para siswa. Pun demikian dengan para siswa dan orangtua, baik yang sudah mempunyai gadget ataupun belum diharuskan beradaptasi dengan perubahan metode pembelajaran pada masa ini.

Pada awal penerapan pembelajaran jarak jauh, sangat banyak permasalahan yang dihadapi di lapangan.  Masih ada guru yang belum mampu mengoperasikan komputer,  belum mampu memanfaatkan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dalam proses pembelajarannya, tidak tersedia jaringan internet di setiap sekolah, tidak semua guru bisa mengemas pembelajaran daring, dan kesulitan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran daring. Dari segi orangtua misalnya, tidak semua orangtua mempunyai dan bisa menggunakan gadget, terlebih siswa di daerah pedalaman pasti akan sangat terganggu dengan jaringan internet, banyak orangtua yang bekerja sehingga kurang bisa mendampingi anak belajar di rumah. Pun demikian dari segi siswa, banyak yang kurang fokus, anak – anak lebih senang bermain, anak- anak mengeluhkan banyaknya tugas dan tidak menikmati pembelajaran layaknya belajar di sekolah.

Berbagai solusi pun ditawarkan untuk terus membenahi kualitas pembelajaran jarak jauh, seperti : Blended kurikulum (kombinasi luring dan daring), guru kunjung siswa, layanan konsultasi pembelajaran serta edukasi kepada guru tentang metode pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan dan tidak membebani. Kepada orangtua pun, pemerintah memberikan subsidi kuota internet belajar yang bertujuan memperlancar pembelalajaran. Pada akhirnya guru, siswa dan orangtua pun mulai beradaptasi dan terbiasa dengan pembelajaran daring ini. Energi besar dari semua kalangan ini menjadi semangat dan tantangan kita untuk terus memperbaiki kualitas Pendidikan bahkan ketika pandemic covid-19 sudah berlalu.

Namun tidak dapat dipungkiri, ada satu hal besar yang tidak tersentuh saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, dan hal  tersebut merupakan inti dari pendidikan yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang berlangsung pada masa belajar daring ini belum bisa dinilai dan diukur secara otentik. Ketika  pendidikan harus menerapkan pembalajaran jarak jauh, ketika siswa harus belajar dari rumah, ketika guru harus mengajar dari rumah, maka siapa yang bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter siswa?

Sejatinya Pendidikan karakter anak adalah tanggung jawab bersama. Adanya sinergitas antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat akan semakin memperkuat Pendidikan karakter anak. Sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 87 tahun 2017. Perpres ini berisi tentang Penguatan Pendidikan karakter (PPK) di bawah satuan Pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Pada saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini, banyak guru yang sudah memanfaatkan platform e-learning sebagai partner belajar mengajar kepada siswa. Memang begitu banyak jenis platform e-laerning yang berlomba – lomba menyajikan fitur terbaik. Baik platform e-leraning buatan pakar luar negeri maupun karya anak bangsa. Menurut http://pintek.id ada 5 Rekomendasi Platform E-Learning Buatan Luar Negeri  saat ini yaitu :

1.       Google Cassroom (https://edu.google.com)

2.       Linkedln Learning (www.linkedin.com)

3.       Docebo (www.docebo.com)

4.       Articulate (www.elearninglearning.com)

5.       MOODLE (http://moodle.org)

Pun demikian dengan para pengembang web di Indonesia, berlomba – lomba membangun yang ideal untuk para guru. Menurut http://amiroh.web.id/mengintip-berbagai-jenis-platform-e-learning/ ada beberapa platform e-learning karya anak negeri, di antaranya :

1.       Fodboo

2.       Studentbook

3.       Goesmart

4.       Hoodemia

5.       Kelase

6.       Kelas maya

7.       Harukaedu

Menjadi tantangan kita bersama untuk terus memodifikasi dan berkreasi platform e-learning yang kita gunakan mampu menyentuh ranah pendidikan karakter yang sesuai dengan ciri khas Indonesia dan sesuai dengan ciri khas sekolah masing – masing. Di antara Pendidikan karakter yang sesuai ciri khas Indonesia adalah : karakter religius (nilai kegamaan), mencintai kebersihan dan lingkungan, sikap peduli, sikap jujur, dan cinta tanah air. Tentu ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, agar pendiidkan karakter tidak luntur selama pembelajaran jarak jauh. Karena pada akhirnya, pandemic covid-19 ini mengajarkan kita banyak hal. Guru, siswa, dan orangtua semakin familiar dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran. Guru diberikan kebebasan mengembangkan materi pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter yang akan disampaikan kepada siswa. Pun sebaliknya siswa diberi kebebasan mengeksplorasi materi ajar yang disampaikan guru dan mengembangkannya dari berbagai sumber. Tentunya era baru Pendidikan seperti inilah yang harus kita hadapi saat ini. Semoga kulaitas Pendidikan kita semakin maju beriring dengan penguatan Pendidikan karakter siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pagi dan Segenggam Harapan

Fajar mulai menyingsing di kotaku Gema adzan bersahut sahutan merdu Ayam jantan berkokok mendayu Desah angin meliukkan embun yang syahdu Pag...