Kamis, 27 Oktober 2022

Omjay Si Blogger Keren


Pagi itu adalah hari yang sangat dinanti olehku. Hampir satu bulan lamanya, agenda ini menjadi kegiatan yang paling aku nantikan. Aku menembus dinginnya kota Jogja menuju Gedung Balai Besar Guru Penggerak di Condong Catur Sleman dengan hati riang. Sepanjang jalan Wates – Kaliurang, pikiranku melayang membayangkan pertemuan yang akan aku datangi. Kulalui perjalanan ini bersama dia, suamiku dengan mengendarai kendaraan roda empat.

Semakin mendekati tempat pertemuan, Perasaanku sangat gugup. Degup jantung sangat kencang tak menentu. Betapa tidak? aku akan mengikuti kegiatan workshop penulisan buku bersama para penulis hebat. Ada Prof Dr. Ngainun Naim, Bu Rita Audriyanti, Bu Mien Sumintarsih, Pak Marzuki, Much. Khoiri, Omjay, dan lainnya sederet penulis lainnya. Wah pasti nanti akan sangat menarik acaranya. Tak disangka-sangka sebenarnya bisa bergabung dalam agenda ini. Sangat bersuykur bisa bergabung dalam workshop bersama Rumah Virus Literasi kali ini. Melalui undangan dari Bu Mien, alhamdulillah bisa dapat tiket masuk. Bu Mien ini adalah salah partnerku ketika dulu kami mengajar di SMA Al Irsyad Purwokerto.

Sesi demi sesi materi disampaikan. Banyak sekali pengalaman, ilmu dan motivasi yang diberikan oleh para pemateri. Begitu memesona. Akhirnya tibalah sesi materi dengan Omjay Si Blogger. Nama Panjangnya adalah Dr. Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd , Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Seorang guru TIK di SMP LabSchool Jakarta. Telah mendapatkan gelar doktor pendidikan tahun 2022. Judul Desertasi adalah Pengelolaan Blog Kolaboratif Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa.

Senang sekali rasanya bertemu dengan Omjay. Memasuki usianya yang hampir setengah abad, semangat dan antusias beliau terhadap dunia penulisan sangat keren. Orangnya lucu dan menggemaskan. Omjay memberikan merupakan sosok guru inspiratif yang mendorong para murid serta para guru untuk senantiasa mengembangkan budaya literasi melalui membaca dan menulis.

Omjay adalah Founder Ikatan Profesi Guru Indonesia (IPGI), dan pernah menjadi Pembina Redaksi majalah ”Gema” SMP Labschool Jakarta, dan beberapa sekolah terkenal di Jakarta. Omjay banyak diundang menjadi narasumber untuk menjadi konten kreator di banyak sekolah dengan desain dan metode pembelajaran modern di era Revolusi Indutri 4.0. Sekarang ini beliau mengembangkan website http://gurupenggerakindonesia.com.

Seorang guru dengan Motto Hidup Kejujuran Kunci Keberhasilan dan Kesuksesan ini, selalu bersemangat memotivasi siswa dan guru untuk menulis melalui blog pribadi dan mengirimkannya ke media koran cetak maupun online. Omjay juga mendukung para guru maupun siswa untuk dapat menuangkan pikiran / idenya ke dalam buku.

Guru dengan segudang pengalaman dan prestasi ini, setiap kali memberikan materi pelatihan atau workshop, khususnya Pelatihan guru menulis dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), selalu mempublikasikannya ke blog http://kompasiana.com/wijayalabs. Sebuah blog keroyokan miliki http://kompas.com. Karena itulah tak heran, omjay sangat tepat dijuluki sebagai guru blogger Indonesia.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. baru kali ini seharian mengikuti kegiatan workshop terasa begitu cepat waktunya. Saat itu kegiatan diakhiri dengan challenge dari Omjay. Semua peserta diminta membuat sebuah tulisan minimal 3 paragraf terkait kegiatan workshop kepenulisan ini. Peserta yang mengirimkan tulisan tercepat dan terbaik akan mendapat hadiah berupa buku dari Omjay. Semua peserta tampak serius. Semua seakan berlomba – lomba untuk bisa menyelesaikan challenge dengan cepat dan segera mengirimkannya ke Omjay.

Begitu pun denganku. Mulai menulis pengalaman yang terjadi hari ini. Sempat bingung apa yang akan saya tulis. Mulai dari mana dan bagaimana menuliskannya. Namun Omjay selalu memotivasi, mulailah menulis apa yang ada dalam pikranmu. Apapun itu. Akhirnya challenge menulis tiga paragraf dapat aku lalui. Walaupun bukan peserta tercepat atau terbaik yang mengirimkan tulisan, namun sangat bahagia bisa menyelesaikan challenge ini.

Tak terasa workshop hampir berakhir. Banyak sekali materi yang aku dapat dan aku serap. Sangat memotivasi aku agar bisa membuat tulisan. Jadi bertambah yakin, suatu saat aku bisa membuat buku antologi maupun solo. Terima kasih Bapak / Ibu pemateri. Terima kasih Omjay si Blogger Indonesia. Dengan semangat yang kau tularkan semakin memotivasiku. Bismillah..aku bisa..pasti bisa menulis setiap hari.


Era Baru Pendidikan Indonesia

 


Oleh : Dyah Kurnia Nur Imani, S.Pd.

 

Pada tanggal 24 Maret Tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anwar Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran No 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid-19). Dalam surat edaran tersebut disampaikan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan dari rumah melalu pembelajaran jarak jauh / daring. Artinya hampir setahun pandemic covid-19 memaksa kita untuk melakukan pembelajaran formal yang biasanya dilakukan di sekolah menjadi belajar dari rumah secara daring/online. 

Pembelajaran Jarak jauh dilakukan dengan menafaatkan teknologi informasi. Kondisi ini mengharuskan semua elemen guru  untuk segera beradaptasi menggunakan kecanggihan teknologi informasi dan platform e-learning sebagai media menyampaikan materi pembelajaran kepada para siswa. Pun demikian dengan para siswa dan orangtua, baik yang sudah mempunyai gadget ataupun belum diharuskan beradaptasi dengan perubahan metode pembelajaran pada masa ini.

Pada awal penerapan pembelajaran jarak jauh, sangat banyak permasalahan yang dihadapi di lapangan.  Masih ada guru yang belum mampu mengoperasikan komputer,  belum mampu memanfaatkan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dalam proses pembelajarannya, tidak tersedia jaringan internet di setiap sekolah, tidak semua guru bisa mengemas pembelajaran daring, dan kesulitan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran daring. Dari segi orangtua misalnya, tidak semua orangtua mempunyai dan bisa menggunakan gadget, terlebih siswa di daerah pedalaman pasti akan sangat terganggu dengan jaringan internet, banyak orangtua yang bekerja sehingga kurang bisa mendampingi anak belajar di rumah. Pun demikian dari segi siswa, banyak yang kurang fokus, anak – anak lebih senang bermain, anak- anak mengeluhkan banyaknya tugas dan tidak menikmati pembelajaran layaknya belajar di sekolah.

Berbagai solusi pun ditawarkan untuk terus membenahi kualitas pembelajaran jarak jauh, seperti : Blended kurikulum (kombinasi luring dan daring), guru kunjung siswa, layanan konsultasi pembelajaran serta edukasi kepada guru tentang metode pembelajaran jarak jauh yang menyenangkan dan tidak membebani. Kepada orangtua pun, pemerintah memberikan subsidi kuota internet belajar yang bertujuan memperlancar pembelalajaran. Pada akhirnya guru, siswa dan orangtua pun mulai beradaptasi dan terbiasa dengan pembelajaran daring ini. Energi besar dari semua kalangan ini menjadi semangat dan tantangan kita untuk terus memperbaiki kualitas Pendidikan bahkan ketika pandemic covid-19 sudah berlalu.

Namun tidak dapat dipungkiri, ada satu hal besar yang tidak tersentuh saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang, dan hal  tersebut merupakan inti dari pendidikan yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang berlangsung pada masa belajar daring ini belum bisa dinilai dan diukur secara otentik. Ketika  pendidikan harus menerapkan pembalajaran jarak jauh, ketika siswa harus belajar dari rumah, ketika guru harus mengajar dari rumah, maka siapa yang bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter siswa?

Sejatinya Pendidikan karakter anak adalah tanggung jawab bersama. Adanya sinergitas antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat akan semakin memperkuat Pendidikan karakter anak. Sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 87 tahun 2017. Perpres ini berisi tentang Penguatan Pendidikan karakter (PPK) di bawah satuan Pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Pada saat pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini, banyak guru yang sudah memanfaatkan platform e-learning sebagai partner belajar mengajar kepada siswa. Memang begitu banyak jenis platform e-laerning yang berlomba – lomba menyajikan fitur terbaik. Baik platform e-leraning buatan pakar luar negeri maupun karya anak bangsa. Menurut http://pintek.id ada 5 Rekomendasi Platform E-Learning Buatan Luar Negeri  saat ini yaitu :

1.       Google Cassroom (https://edu.google.com)

2.       Linkedln Learning (www.linkedin.com)

3.       Docebo (www.docebo.com)

4.       Articulate (www.elearninglearning.com)

5.       MOODLE (http://moodle.org)

Pun demikian dengan para pengembang web di Indonesia, berlomba – lomba membangun yang ideal untuk para guru. Menurut http://amiroh.web.id/mengintip-berbagai-jenis-platform-e-learning/ ada beberapa platform e-learning karya anak negeri, di antaranya :

1.       Fodboo

2.       Studentbook

3.       Goesmart

4.       Hoodemia

5.       Kelase

6.       Kelas maya

7.       Harukaedu

Menjadi tantangan kita bersama untuk terus memodifikasi dan berkreasi platform e-learning yang kita gunakan mampu menyentuh ranah pendidikan karakter yang sesuai dengan ciri khas Indonesia dan sesuai dengan ciri khas sekolah masing – masing. Di antara Pendidikan karakter yang sesuai ciri khas Indonesia adalah : karakter religius (nilai kegamaan), mencintai kebersihan dan lingkungan, sikap peduli, sikap jujur, dan cinta tanah air. Tentu ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, agar pendiidkan karakter tidak luntur selama pembelajaran jarak jauh. Karena pada akhirnya, pandemic covid-19 ini mengajarkan kita banyak hal. Guru, siswa, dan orangtua semakin familiar dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran. Guru diberikan kebebasan mengembangkan materi pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter yang akan disampaikan kepada siswa. Pun sebaliknya siswa diberi kebebasan mengeksplorasi materi ajar yang disampaikan guru dan mengembangkannya dari berbagai sumber. Tentunya era baru Pendidikan seperti inilah yang harus kita hadapi saat ini. Semoga kulaitas Pendidikan kita semakin maju beriring dengan penguatan Pendidikan karakter siswa.

Merdeka hati

 

Seringkali hatiku bukan milikku

Tersandera pada kepalsuan

Terpasung pada kenaifan

Terpenjara pada kebohongan

 

Bukankah hatiku harusnya milkku?

Tetapi begitu sulitnya memerdekakan dia

Selalu hati harus mengelabui diri

Membuntuti hati orang lain

 

Oh ternyata aku belum merdeka

Selalu sembunyi dalam jeratan sandiwara

Tapi bukankah hati itu mudah dibolak balikkan?

Tentunya karena ada Dzat Maha Kuasa atas itu

 

Namun seharusnya hati ini adalah milikku sendiri

Bukan milikmu, miliknya atau mereka

Lepaskanlah jeratan itu

Bebaskan dari belenggu rasa tak berdaya

 

Berpegang teguh pada prinsip hidup

Bersandar pada nilai agung nan mulia

Sekarang lah harus bermula

Merdekakan hatimu sendiri

Pada seseorang yang memberiku cinta

 

Satu dasa warsa lalu, aku dan kau ditakdirkan bersua

Merenda cerita cinta  penuh makna

Menyematkan kenangan suka duka

Melukis mimpi masa depan bahagia

 

Kau tanamkan benih cinta di hidupku

Bertahun – tahun berlalu

Semakin subur mengakar membatu

Manis dan getir  berpadu menjadi satu

 

Dalam cinta ada suka, ada duka

Ada tertawa ada nestapa

Bukankah itu seharusnya cinta?

Ada kala dia membuat bahagia ada kala dia membuat lara

 

Pada seseorang yang telah memberiku cinta

Aku langitkan doa - doa

Agar kita mampu menjaga cinta

Mengokohkan akarnya saat angin menerpa

 

 

Pagi dan Segenggam Harapan

Fajar mulai menyingsing di kotaku Gema adzan bersahut sahutan merdu Ayam jantan berkokok mendayu Desah angin meliukkan embun yang syahdu Pag...